Boikot Media, Dipo Alam Langgar Aturan SBY

Presiden SBY (Foto: daylife)

JAKARTA - Sekretaris Kabinet Dipo Alam melontarkan pernyataan yang mengagetkan. Kata dia, pemerintah akan memboikot media massa yang terus menerus memberitakan kegagalan pemerintah.
 
Hal itu disayangkan oleh wartawan senior Leo Batubara. Mantan Wakil Ketua Dewan Pers ini mengatakan, pernyataan Dipo Alam bertentangan dengan apa yang pernah dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
 
“Ketika 2005, SBY baru jadi Presiden beberapa bulan, memberi arahan kepada Dewan Pers kalau ada media yang diduga bersalah maka sebaiknya dibawa ke Dewan Pers,” kata Leo saat berbincang dengan okezone, Selasa (22/2/2011).
 
“Itu hanya mengingatkan saja, supaya tidak hanya komplen,” sambungnya.
 
Kemarin di sela-sela rapat di Istana Bogor, Dipo Alam mengatakan agar jajaran pemerintah memboikot media massa yang terus-menerus mengkritisi pemerintah dan merepetisi gambar-gambar kerusuhan dengan narasi Indonesia sedang menuju negara gagal. Dia menegaskan siap menghadapi media-media yang tak henti-hentinya menjelekkan pemerintah.
 
"Pokoknya saya katakan kalau mereka tiap menit menjelakkan terus, kebakaranlah. Ga usah pasang. Saya akan hadapi itu. Toh yang punya uang itu pemerintah. Enggak usah pasang iklan di situ," katanya kepada wartawan.
 
Dipo menambahkan, seruan boikot tersebut sudah disampaikannya kepada sekretaris jenderal dan hubungan masyarakat di lembaga pemerintah.
 
Selain itu, boikot juga diserukan kepada aparat pemerintah termasuk Staf Khusus Presiden yang diundang menjadi narasumber di televisi.

0 komentar:

Posting Komentar